Seleksi CPNS Kementerian Kesehatan Tahun 2018

375 views

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan kesehatan. Kementerian Kesehatan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.



  • Warga Negara Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
    Esa, setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik
    Indonesia;
  • Usia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling
    tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun pada saat pendaftaran online.
  • Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan
    putusan pengadilan yang  sudah mempunyai
    kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2
    (dua) tahun atau lebih;
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas
    permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara
    Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau
    diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
  • Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, prajurit Tentara
    Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  • Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau
    terlibat politik praktis;
  • Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan
    jabatan;
  • Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan
    yang dilamar;
  • Tidak memiliki ketergantungan terhadap Narkotika,
    Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya yang telah ditetapkan oleh pemerintah
    Republik Indonesia;
  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan
    Republik Indonesia;
  • Tidak merokok;
  • Tidak mengajukan pindah dari unit kerja penempatan selama 5
    (lima) tahun sejak diangkat sebagai CPNS dan tidak akan mengajukan pindah
    selama 10 (sepuluh) tahun dari Kementerian Kesehatan sejak diangkat sebagai
    PNS;
  • Setiap pelamar mampu mengoperasikan komputer (MS Office,
    email dan browsing internet);
  • Pelamar berasal dari Perguruan Tinggi dan Program Studi yang
    terakreditasi dalam Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)/Lembaga
    Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) saat
    kelulusan, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 (skala 4,00). 
  • Bagi formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat IPK
    minimal 2,75 (skala 4,00);
  • Bagi pelamar jabatan fungsional kesehatan harus memiliki
    Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku (STR internship tidak berlaku),
    kecuali jabatan entomolog kesehatan dan jabatan epidemiolog kesehatan. Apabila
    STR masih dalam proses perpanjangan, maka harus melampirkan STR sebelumnya dan
    bukti perpanjangan;
  • Bagi pelamar jabatan dokter/dokter gigi ahli pertama
    dengan kualifikasi dokter spesialis/dokter gigi spesialis, dokter pendidik
    klinis ahli pertama, dan dosen asisten ahli dengan penempatan di Rumah Sakit
    (RS)/Politeknik Kesehatan (Poltekkes) di lingkungan Kementerian Kesehatan, maka
    harus bersedia ditempatkan di seluruh RS/Poltekkes di lingkungan Kementerian
    Kesehatan;
  • Bagi penempatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP):

a. Bersedia bekerja dalam sistem shift (pembagian waktu
kerja);
b. Bersedia bekerja on call selama 24 jam (termasuk hari
libur dan atau libur nasional);
c. Bersedia dan mampu melakukan kegiatan kekarantinaan,
antara lain :

1) Melakukan pemeriksaan kapal dalam karantina baik di
dermaga maupun lepas pantai dengan menggunakan tangga tali atau tangga biasa;

2) Melakukan pemeriksaan kesehatan pesawat penumpang dan
barang di bandar udara;

3) Melakukan pemeriksaan kendaraan darat dan orang lintas
negara di Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN).

d. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris aktif.

  • Pelamar dengan status sebagai Peserta Program Pendidikan
    Dokter Spesialis (PPDS Sp 1/ Sp 2)/Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis
    (PPDGS) dan atau memiliki kewajiban ikatan dinas/pengabdian pasca tugas belajar
    dengan Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota tidak dapat mengikuti seleksi
    CPNS Kementerian Kesehatan.
IV. TATA CARA PENDAFTARAN
  • Pelamar melihat alokasi penetapan kebutuhan (formasi)
    CPNS Kementerian Kesehatan Tahun 2018 melalui laman Kementerian Kesehatan (https://cpns.kemkes.go.id);
  • Pelamar dapat melakukan Simulasi Pemilihan Formasi (SPF)
    pada laman https://sscn.bkn.go.id;
  • Pelamar hanya dapat mendaftar pada 1 (satu) instansi
    pemerintah dan 1 (satu) formasi jabatan;
  • Pelamar membuat akun calon peserta seleksi melalui laman https://sscn.bkn.go.id dengan memasukkan
    Nomor Induk Kependudukan (NIK), NIK Kepala Keluarga/Nomor Kartu Keluarga,
    alamat email aktif, password, pertanyaan keamanan, dan mengunggah pas foto
    dengan latar berwarna merah;
  • Pelamar mencetak kartu akun calon peserta seleksi CPNS
    2018 di laman https://sscn.bkn.go.id;
  • Pelamar mengisi data persyaratan sesuai dokumen yang
    dimiliki dengan memperhatikan petunjuk pengisian secara cermat dan hati-hati.
    Kesalahan pengisian dapat mengakibatkan ketidaklulusan seleksi administrasi;
  • Pendaftaran dilanjutkan dengan memilih instansi
    Kementerian Kesehatan, jenis formasi (cumlaude, disabilitas, putra/putri Papua
    dan Papua Barat, atau umum), kualifikasi pendidikan, jabatan sesuai peminatan,
    dan lokasi formasi;
  • Pelamar memilih lokasi ujian;
  • Pelamar mengisi biodata dan mengunggah dokumen berupa:
  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)/surat keterangan telah
    melakukan perekaman kependudukan secara elektronik yang dikeluarkan oleh
    pejabat yang berwenang (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil);
  2. Foto diri memegang kartu akun SSCN dan KTP/surat
    keterangan telah melakukan perekaman kependudukan secara elektronik yang
    dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil);
  3. Asli Ijazah;
  4.  Asli Transkrip nilai;
  5.  STR (bagi jabatan fungsional kesehatan kecuali jabatan
    entomolog kesehatan dan epidemiolog kesehatan). Apabila STR masih dalam proses
    perpanjangan, maka yang harus diunggah adalah STR sebelumnya dan bukti
    proses/usul perpanjangan;
  6. Surat keterangan akreditasi Perguruan Tinggi dan Program
    Studi (bagi pelamar formasi cum laude);
  7. Surat keterangan/sertifikat yang menyatakan lulus
    cumlaude apabila keterangan lulus cumlaude tidak tercantum pada
    ijazah/transkrip (bagi pelamar formasi cum laude);
  • Pelamar mencetak kartu pendaftaran seleksi CPNS 2018 di
    laman https://sscn.bkn.go.id;
  • Setelah proses pendaftaran di laman
    https://sscn.bkn.go.id berhasil dilakukan, pelamar akan melanjutkan ke laman
    https://cpns.kemkes.go.id dan masuk  menggunakan
    akun SSCN untuk melengkapi persyaratan pendaftaran seleksi CPNS Kementerian
    Kesehatan;
  • Pelamar mencetak formulir biodata online dari laman
    https://cpns.kemkes.go.id.
B.
Pengiriman Berkas Pendaftaran
  • Berkas pendaftaran dikirim ke Tim Seleksi Pengadaan CPNS Regional Provinsi sesuai
    lokasi ujian yang dipilih;
  • Berkas pendaftaran dikirim melalui PT. Pos Indonesia dengan kilat khusus/tercatat/ekspres
    (tidak dapat melalui jasa ekspedisi lainnya) mulai tanggal 26 September dan
    diterima paling lambat tanggal 10 Oktober 2018 pukul 15.00 WIB/WITA. Berkas
    yang diterima PO BOX setelah pukul 15.00 WIB/WITA pada tanggal 10 Oktober 2018
    (bukan tanggal cap pos pengiriman) tidak akan diproses;
  • Panitia hanya menerima berkas yang dikirimkan melalui PO BOX Tim Pengadaan  Regional Provinsi sesuai lokasi ujian yang
    dipilih;
  • Berkas yang diterima sebelum tanggal 26 September 2018 dianggap tidak berlaku;
  • Setiap pelamar hanya diperkenankan mengirimkan 1 (satu) berkas pendaftaran dan tidak
    ada pengiriman berkas susulan;
  • Berkas pendaftaran 1 (satu) rangkap terdiri dari :
  1. Asli
    hasil cetak (print out) kartu pendaftaran seleksi CPNS dari laman https://sscn.bkn.go.id;
  2. Asli
    hasil cetak (print out) formulir biodata online (ditandai dengan barcode) dari laman
    https://cpns.kemkes.go.id yang telah ditandatangani pelamar;
  3. Fotokopi KTP atau surat keterangan telah melakukan perekaman kependudukan secara
    elektronik yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang (Dinas Kependudukan dan
    Catatan Sipil);
  4. Fotokopi Ijazah dan transkrip nilai (D.III/D.IV/S1/S2) sesuai kualifikasi
    pendidikan yang dipersyaratkan pada formasi jabatan yang dipilih (surat
    keterangan lulus dinyatakan tidak berlaku). Bagi formasi jabatan dengan
    kualifikasi pendidikan yang mencantumkan persyaratan basic pendidikan harus
    melampirkan fotokopi ijazah sesuai basic pendidikan yang tercantum;
  5. Fotokopi surat penyetaraan ijazah dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan
    Tinggi yang telah dilegalisir disertai dengan konversi IPK (bagi yang memiliki
    ijazah dari perguruan tinggi luar negeri);
  6. Fotokopi surat keterangan akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi yang dikeluarkan
    oleh BANPT/LAM-PTKes, kecuali bagi lulusan luar negeri dikeluarkan oleh
    Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (bagi pelamar formasi
    cumlaude);
  7. Keterangan lulus cumlaude/dengan pujian yang tercantum pada ijazah/transkrip nilai
    atau surat keterangan/sertifikat yang menyatakan lulus cumlaude/dengan pujian.
    Bagi lulusan luar negeri dibuktikan dengan surat keterangan yang menyatakan
    predikat kelulusannya setara dengan cumlaude/dengan pujian dari Kementerian
    Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (bagi pelamar formasi cumlaude);
  8. Asli
    surat keterangan dokter yang menerangkan jenis/tingkat disabilitasnya hanya
    pada kaki/tungkai atas/tungkai bawah bagi pelamar formasi penyandang
    disabilitas (Lampiran 1);
  9. Fotokopi STR yang masih berlaku (apabila sedang dalam proses perpanjangan, maka
    yang dilampirkan adalah STR sebelumnya dan bukti perpanjangan STR tersebut);
  10. Fotokopi Surat Keputusan (SK) Pengangkatan atau Surat Keterangan Selesai Penugasan
    (bagi pelamar yang mengisi pilihan sedang/pasca Pegawai Tidak Tetap Kementerian
    Kesehatan/Nusantara Sehat/Penugasan Khusus Kementerian Kesehatan);
  11. Fotokopi SK Pengangkatan sebagai tenaga pegawai Badan Layanan Umum (BLU)/kontrak/wiyata
    bakti yang dilegalisir minimal oleh pejabat administrator yang membidangi
    kepegawaian (bagi pelamar yang merupakan tenaga pegawai BLU/kontrak/wiyata
    bakti di lingkungan Kementerian Kesehatan);
  12. Fotokopi akta kelahiran dan atau surat keterangan lahir pelamar dan asli surat keterangan
    dari kepala desa/kepala suku yang menerangkan bahwa pelamar merupakan keturunan
    Papua/Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak/ibu) asli Papua/Papua
    Barat (bagi formasi putra/putri Papua dan Papua Barat) (Lampiran 2);
  13. Asli
    surat pernyataan bagi seluruh pelamar bermeterai Rp 6.000,- (Lampiran 3);
  14. Asli
    surat pernyataan bagi pelamar jabatan dokter/dokter gigi ahli pertama dengan
    kualifikasi dokter spesialis/dokter gigi spesialis, dokter pendidik klinis ahli
    pertama, dan dosen asisten ahli dengan penempatan pada RS/Poltekkes di
    lingkungan Kementerian Kesehatan bermeterai Rp 6.000,- (Lampiran 4);
  15. Asli
    surat pernyataan bagi pelamar penempatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan bermeterai
    Rp 6.000,- (Lampiran 5)
  16. Asli
    surat penyataan tidak sedang menjalani PPDS (Sp 1/Sp 2)/PPDGS dan atau  tidak
    memiliki kewajiban ikatan dinas/pengabdian pasca tugas belajar dengan  Pemerintah
    Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota bermeterai Rp 6.000,- (bagi formasi
    jabatan dokter/dokter gigi ahli pertama) (Lampiran 6);
  • Format surat keterangan dan surat pernyataan dapat diunduh di laman https://cpns.kemkes.go.id.
  • Seluruh dokumen disusun dan dimasukkan ke dalam map dengan warna sebagai berikut:

a.
Formasi umum:

1) Hijau
untuk formasi jabatan fungsional kesehatan;

2) Merah
untuk formasi jabatan dosen asisten ahli, pranata laboratorium pendidikan
ahli pertama, dan pranata laboratorium pendidikan terampil;

3)
Kuning untuk formasi jabatan peneliti ahli pertama, statistisi ahli pertama,  dan
teknisi penelitian dan perekayasaan terampil.

b.
Formasi khusus:

Biru
untuk alokasi formasi cumlaude, disabilitas, putra/putri Papua dan Papua Barat.

  • Map
    berisi dokumen sesuai angka 8 di atas dimasukkan ke dalam amplop, yang ditujukan
    kepada POBOX sesuai lokasi ujian seperti contoh di bawah ini:
Pelamar
bernama Alisa memilih peminatan pada RSUP Persahabatan Jakarta dan
memilih
untuk mengikuti ujian di Provinsi DKI Jakarta, maka pada bagian depan

Pelamar
bernama Ega memilih peminatan pada RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo
Makassar
dan memilih untuk mengikuti ujian di Provinsi DKI Jakarta, maka pada
bagian
depan amplop ditulis:
  • Pengiriman berkas pendaftaran sesuai PO BOX Regional Provinsi Ujian, yaitu:

V.
JADWAL, TAHAPAN SELEKSI DAN PELAKSANAAN UJIAN

Seleksi
penerimaan CPNS Kementerian Kesehatan Tahun 2018 melalui tahapan sebagai
B.
Tahapan Seleksi dan Pelaksanaan Ujian
  • Panitia
    akan melakukan verifikasi berkas atau dokumen yang diunggah/dikirimkan
    pelamar berdasarkan persyaratan pendaftaran sesuai dengan
    ketentuan.
  • Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan diumumkan pada laman https://sscn.bkn.go.id
    dan selanjutnya peserta harus melakukan cetak kartu peserta
    ujian secara mandiri melalui laman https://sscn.bkn.go.id.
  • Jadwal, tempat, dan sesi pelaksanaan ujian akan tercantum pada kartu peserta ujian.

  • SKD
    dilaksanakan menggunakan sistem CAT;
  • Peserta yang berhak mengikuti ujian SKD adalah pelamar yang dinyatakan lulus seleksi
    administrasi;
  • Peserta harus datang 60 menit sebelum pelaksanaan ujian untuk dilakukan verifikasi
    kartu ujian dan tidak ada toleransi keterlambatan sesuai dengan jadwal sesi
    yang telah ditentukan;
  • Bagi
    peserta formasi disabilitas, sebelum mengikuti ujian SKD akan dilakukan verifikasi
    untuk memastikan kesesuaian tingkat/jenis disabilitas yang disandang. Apabila
    ditemukan ketidaksesuaian antara tingkat/jenis disabilitas dengan yang  dipersyaratkan, maka peserta dinyatakan gugur
    dan tidak dapat mengikuti ujian SKD;
  • Peserta ujian diwajibkan membawa Kartu Peserta Ujian yang dicetak secara mandiri;
  • Peserta ujian hanya diperbolehkan membawa pensil dan KTP;
  • Tas,
    alat komunikasi dan kamera dalam bentuk apapun, dan lain-lain harus dititipkan
    kepada panitia;
  • Peserta
    yang melanggar ketentuan dan tata tertib akan dikeluarkan dari ruang ujian dan
    dianggap gugur;
  • Pelamar dinyatakan lulus SKD berdasarkan nilai ambang batas (passing grade) yang
    diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
    Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 Tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi
    Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018.

  • Jumlah peserta yang dapat mengikuti SKB paling banyak 3 (tiga) kali jumlah formasi
    pada masing-masing jabatan berdasarkan peringkat nilai SKD;
  • Untuk
    mengikuti SKB, maka peserta yang dinyatakan lulus SKD harus melakukan daftar
    ulang dan mencetak kartu peserta ujian secara mandiri;
  • Jadwal dan tempat pelaksanaan ujian akan tercantum pada kartu peserta ujian;
  • Peserta harus datang 60 menit sebelum pelaksanaan ujian untuk dilakukan verifikasi
    kartu ujian dan tidak ada toleransi keterlambatan sesuai dengan jadwal sesi
    yang telah ditentukan;
  • Peserta yang melanggar ketentuan dan tata tertib akan dikeluarkan dari ruang ujian
    dan dianggap gugur;
  • Materi dan pembobotan SKB untuk:

a)
Jabatan fungsional kesehatan, peneliti ahli pertama, statistisi ahli pertama, dan
teknisi penelitian dan perekayasaan terampil.

  1. Substansi jabatan menggunakan CAT, bobot 60%
  2. Penilaian
    EBA, bobot 20%
  3. Penelusuran rekam jejak, bobot 20%

b)
Jabatan dosen asisten ahli, pranata laboratorium pendidikan ahli pertama, dan
pranata laboratorium pendidikan terampil

  1. Substansi jabatan menggunakan metode wawancara, bobot 35%
  2. Praktik kerja, bobot 25%
  3. Penilaian EBA, bobot 20%
  4. Penelusuran rekam jejak, bobot 20%
  • Penelusuran rekam jejak dimaksud meliputi:

a) SK
pengangkatan atau surat keterangan selesai penugasan sebagai Pegawai Tidak
Tetap Kementerian Kesehatan; atau
b) SK
pengangkatan sebagai Peserta Nusantara Sehat/Penugasan Khusus Kementerian
Kesehatan; atau
c) SK
pengangkatan sebagai Pegawai BLU/kontrak/wiyata bakti di lingkungan Kementerian
Kesehatan;

4.
Pengolahan hasil seleksi dengan bobot nilai SKD dan SKB adalah 40% dan 60%.

  • Seleksi
    Penerimaan CPNS Kementerian Kesehatan Tahun 2018 sama sekali tidak dipungut
    biaya. Dihimbau agar tidak mempercayai apabila ada orang/pihak tertentu (calo) yang
    menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam setiap tahap seleksi dengan keharusan
    menyediakan sejumlah uang atau dalam bentuk lain;
  • Berkas
    yang sudah dikirimkan kepada Kementerian Kesehatan menjadi milik Panitiadan
    tidak dapat diminta kembali;
  • Peserta
    tidak dapat melakukan perubahan terhadap formasi dan instansi yang dipilih;
  • Biaya
    akomodasi dan transportasi terkait penempatan CPNS dibebankan pada pelamar;
  • Para
    pelamar agar terus memonitor informasi dan perkembangan Penerimaan CPNS Kementerian
    Kesehatan Tahun 2018 melalui laman https://sscn.bkn.go.id dan https://cpns.kemkes.go.id;
  • Apabila
    terdapat peserta yang telah dinyatakan lulus dan diterima untuk diangkat
    sebagai CPNS Kementerian Kesehatan, kemudian mengundurkan diri atau meninggal dunia,
    formasinya dapat digantikan oleh peserta ujian lainnya sesuai urutan peringkat
    nilai yang tertinggi berikutnya dan akan diumumkan melalui laman https://cpns.kemkes.go.id;
  • Bagi
    peserta yang telah dinyatakan lulus dan diterima tetapi tidak memenuhi syarat
    yang ditentukan, dan/atau memberikan data/informasi yang tidak benar baik pada
    setiap tahapan seleksi maupun setelah diangkat menjadi CPNS/PNS, dan/atau tidak
    memenuhi kelengkapan administrasi dalam batas waktu yang ditentukan, maka yang
    bersangkutan dianggap tidak memenuhi syarat untuk diangkat sebagai CPNS dan
    formasinya dapat digantikan oleh peserta ujian lainnya sesuai urutan peringkat
    nilai yang tertinggi;
  • Keputusan
    Panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat;
  • Apabila
    dikemudian hari pelamar terbukti memberikan data yang tidak sesuai fakta/sengaja
    melakukan manipulasi data baik pada setiap tahapan seleksi maupun setelah
    diangkat menjadi CPNS/PNS maka kelulusan yang bersangkutan dinyatakan batal
    dan/atau memberhentikan yang bersangkutan sebagai CPNS/PNS;
  • Bila ada
    hal-hal yang kurang jelas, pelamar dapat membaca FAQ (Frequently Asked Questions)
    di laman https://cpns.kemkes.go.id;
  • Kelalaian
    pelamar dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi tanggung jawab pelamar;
  • Peserta
    yang sudah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan sudah mendapatkan persetujuan
    NIP kemudian mengundurkan diri, kepada yang bersangkutan diberikan sanksi tidak
    boleh mendaftar pada penerimaan CPNS untuk periode berikutnya.

Sumber:
Klik Disini

Silahkan dishare:

Sekian Posts:

Tags: #CPNS #Kementerian #Kesehatan #Seleksi #Tahun